Perkembangan Balita Bunda

Berikut ini adalah serangkaian cara agar Bunda selalu melihat kelebihan balita, menekankan pada sisi positif perkembangan balita. Tujuannya, antara lain menemukan aspek diri anak yang belum terlalu optimal berkembang. Lalu mengasahnya menjadi semakin baik.

  1. Jangan pernah membandingkan pace (kecepatan) perkembangan si kakak dengan si adik apalagi dengan anak orang lain. Setiap anak unik, bahkan pada si kembar sekalipun. Jadi, hentikan penilaian bahwa anak yang lambat berjalan atau bicara itu payah dan punya masalah. Setiap orang tua dan anak punya ”jalan ceritanya” masing-masing yang harus dijalani dan diselesaikan bersama.
  2. Lebih baik ungkapkan, ”Wah, anak-anak kita ini semuahebat, ya. Anakku sangat lincah (padahal tidak bisa diam), dan anakmu sangat suka mengamati (maksudnya duduk tenang)”. Jadi, Bunda membangkitkan (dan bukan menjatuhkan) mental Bunda sendiri untuk menerima (accept) si kecil secara menyeluruh, termasuk gerak-gerik yang tak bisa diam itu. Karena, anak adalah cermin Bunda, jadi mengulik kekurangannya sama juga dengan menjelekkan diri Bunda sendiri.
  3. Hindari juga menonjolkan kehebatan si kecil, dalam arti memamerkan (sifatnya menjatuhkan anak lain). Ketika Bunda merasa anak Bunda lebih dari anak-anak lainnya dan tak punya kekurangan apapun, di saat itulah Bunda mengaburkan ”kacamata” Bunda sendiri. Menghibur atau memuji keberhasilan yang Bunda raih dalam membesarkan si kecil perlu, tapi cukup di hati saja. Atau, antara Bunda dan pasangan. Tentu tujuannya untuk memotivasi diri agar terus memberikan yang terbaik buat si buah hati.
  4. Merasa positif atau bahagia, baik saat si balita oke maupun saat ia berulah, ini akan membawa dampak yang lebih baik, dibandingkan banyak mengeluh dan selalu tidak puas. Hari-hari Bunda bersama si balita jadi lebih ringan, happy dan alakazam … Bunda menemukan ”harta karun” terpendam dalam dirinya.

Post Author: Ida Oktivira

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *